Senin, 18 Januari 2016

Ceria Kehidupan...

 Dalam bahasa Indonesia :
PANJI RINDU IBU

 Suatu Masa, Ada seorang anak yang bernama Panji. hidupnya sederhana namun dia selalu ceria saat bersama teman - temannya. Walaupun begitu, ada kalanya ia bersedih, yaitu disaat dia teringat kepada Ibunya.
 Suatu hari, Panji dan teman - temannya sedang mengembalakan sapi di tepi sungai. Mereka riang gembira bermain bersama sapinya di sungai terkecuali Panji, dia sedang asik bermain Gitar. Gitarnya tersebut adalah pemberian dari ibunya. Ayahnya meninggal saat menjalankan tugas kepolisian, dan sejak saat itu pula  ibunya meninggalkan dirinya, karena Ibunya bilang akan mencari uang dan merantau ke luar negeri dan Sejak saat itu dia hidup sendiri dengan ditemani teman - temannya dan juaga sapinya.
 Dan hanya satu benda yang Ibunya berikan kepada sebelum ibunya pergi yaitu sebuah Gitar.
Panji sangat menyenangi Gitarnya tersebut karena menurutnya benda tersebut sangatlah istimewa. Panji sangat mahir memainkan Gitar sampai sampai teman - temannya pun merasa gembira mendengar dia bermain Senandung.
 Tiba - tiba saja ada seseorang yang berpakaian seperti ulama ( ustad ). Ustad tersebut memanggil Panji,
"Panji, panji... kemarilah, panji."Ujarnya.
"siapa yang memanggilku, suaranya dari belakangku..." Jawab Panji sambil menengok ke belakang.
   Setelah Panji menengok kebelakang ternyata Orang yang berpakaian Ulama tersebut memberikan suatu info berisikan bahwa besok Ibunya akan pulang. Setelah mendengar semua itu Panji merasa senang sekali, sampai saat dia akan mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut dia menghilang dan tidak diketahui kepergiannya.
 Walaupun begitu, panji tetap merasa bahagia sekali.
Ke Esokkan harinya, Panji seperti biasa mau mengembalakan para sapinya. Kemudian setelah itu, Panji membawa sapinya keluar dan Ibunya dari kejauhan berteriak " Panji... Panji..." Suara itu terdengar panji dan Panji merasakan kesenangan mendengarkan suara tersebut membuat harinya damai. Lalu panji membalik kebelakang dan mellihat ibunya yang sedang berlari menuju kearahnya , Panji pun merespon  Ibunya dan langsung memeluk Ibunya karena kerinduannya yang sudah teramat dalam.

TAMAT......

 In English :


PANJI miss MOM
A period, there was a boy named Panji. simple life but she was always cheerful moments with friends - friends. However, there are times when he is sad, that when he remembered the mother.
One day, Panji and friends - his friends were tending cattle on the banks of the river. They chirpy play with his cow in the river exception Flag, he is cool to play guitar. The guitar was a gift from his mother. His father died while performing police duties, and since that time her mother left her, because her mother said she would look for money and migrated out of the country and since he lived alone in the company of friends - his friends and cows.
And only one thing that his mother gave to her mother before going namely a guitar.
Panji very fond His guitar because he thinks the object is very special. Panji very adept at playing guitar up until a friend - the friend was delighted to hear him play chanting.
Arrived - suddenly there was someone dressed as ulama (religious teachers). The cleric calling Panji,
"Panji, panji ... you come here." He said.
"who is calling, voice from behind me ..." Panji replied as he looked back.
    After Panji look back turned out the man who dressed Ulama provide an information containing that her mother would be home tomorrow. After hearing all of the Panji feel happy, until he would like to thank the person he disappeared and his departure is not known.
Nevertheless, the banner still feel happy at all.
The next day, as usual Panji want graze the cow. Then after that, Panji bring the cows out and his mother from a distance shouting "Panji ... Panji ..." The voice was the banner and Panji feel pleasure to listen to the voice make peace day. Then the banner flipped backward and caught her mother who was running towards towards it, Bannerman was responding to her mother and hugged her mother because of the already very deep longing.